Detail Berita

Mendorong Standar Keunggulan Korporasi: Rangkuman Webinar ACGS dan Peran Strategis Corporate Secretary

Rabu, 14 Oktober 2026 - Penerapan Good Corporate Governance (GCG) merupakan salah satu penentu daya saing dan daya tarik investasi internasional. Melalui instrumen ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) yang diinisiasi ACMF bersama ADB, perusahaan publik di Asia Tenggara didorong untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola mereka.

Menyoroti hal tersebut, Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA) menggelar webinar bertajuk "Membedah ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS): Langkah Strategis Menuju Standards of Excellence" dengan menghadirkan Dewan Pembina Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) James Simanjuntak sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa penilaian ACGS mencakup empat pilar utama OECD, yakni hak pemegang saham, keberlanjutan, transparansi, sera tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi, dengan tambahan sistem penilaian bonus dan penalti.

Berdasarkan data evaluasi 2026, rata-rata skor perusahaan publik Indonesia berada di angka 81,35, yang mencerminkan komitmen kuat dalam mengadopsi standar internasional. Meski menunjukkan tren positif, berbagai tantangan masih perlu diatasi, mulai dari penguatan peran pemegang saham institusional, transparansi pengungkapan remunerasi, hingga ketajaman target kuantitatif aspek ESG.

Di sinilah Corporate Secretary memegang peran sentral sebagai mitra strategis regulator pasar modal serta Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan untuk meninjau sistem GCG internal, memastikan kepatuhan, serta mengarahkan perusahaan menuju predikat ASEAN Asset Class.

Melalui webinar ini, diharapkan peserta yang hadir dapat semakin memperkuat komitmen tata kelola perusahaan yang unggul, transparan, dan berkelanjutan, untuk memperkokoh posisi perusahaan publik nasional di kancah global.

.